Nikmah
Di sebuah sudut desa yang tenang, Dukuh Krajan Desa Bulus, pada tanggal 15 Desember 1974, saya dilahirkan dan diberi nama ”Nikmah”. Dari kecil saya sudah hidup dalam atmosfer pendidikan. Ibu saya, “Siti Chotidjah”, seorang guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan ayah bernama “Mudhofar”, mengajar Matematika. Lingkungan keluarga saya sederhana, namun penuh dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kecintaan terhadap ilmu.
Rumah saya yang tak jauh dari “Pondok Pesantren Al-Iman” menjadi tempat saya mengenal dunia pendidikan dan religi sejak dini. Setiap hari saya melihat bagaimana kedua orang tua mempersiapkan pelajaran, membimbing siswa, dan tetap tersenyum meski tugas yang diemban tidak ringan. Dari merekalah saya belajar bahwa mengajar bukan hanya sekadar profesi, tetapi ibadah dan pengabdian sebagai cahaya ilmu dan jariyah hingga di yaumil akhir nanti.
Perjalanan pendidikan saya berjalan normal berkat semangat dan doa kedua orangtua. Saya menamatkan “SD Negeri Bulus II” pada tahun 1987, melanjutkan ke “MTs Al-Iman Bulus” hingga lulus pada tahun 1990, kemudian melanjutkan ke “MA Al-Iman Bulus” dan lulus pada tahun 1993. Konsistensi menimba ilmu di lingkungan yang sama menunjukkan kecintaan saya dengan nilai-nilai pesantren dan dunia pendidikan.
Cita-cita untuk menjadi seorang pendidik membawa saya melanjutkan ke perguruan tinggi, tepatnya ke “IAIN Walisongo Semarang”. Saya memilih Fakultas Tarbiyah dan mengambil Jurusan Pendidikan Agama Islam. Tahun 1998 saya menyelesaikan kuliah dan meraih gelar sarjana. Ilmu yang saya dapat bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari sebuah pengabdian panjang.
Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan professional saya. Saya mulai mengajar di “MTs Al-Iman Bulus”, madrasah yang juga membesarkan saya. Tujuh tahun kemudian, saya diangkat sebagai CPNS dengan penugasan tetap di sekolah yang sama. Selama lebih dari dua dekade, saya berhikmah di “MTs Al-Iman Bulus”.
Saya juga menulis karya ilmiah dan mempublikasikan pemikiran saya, antara lain artikel “Tingkatkan Minat Pemahaman Belajar Dengan Examples Non Examples” yang dimuat di Jateng Pos, serta tulisan tentang ”Snowball Throwing untuk meningkatkan pemahaman hukum bacaan Al-Qur’an”. Saya juga menyusun buku pedoman belajar untuk siswa madrasah, sebagai usaha untuk mencari cara terbaik dalam membantu siswa memahami ilmu.
Pada tahun 2022, saya memulai babak baru dengan mutasi ke “MTsN 1 Purworejo”sampai sekarang. Di tempat yang baru ini, semangat saya tetap sama untuk dapat memberikan pendidikan yang bermakna, bukan hanya sebagai seorang guru, akan tetapi berusaha menjadi teman sekaligus orang tua bagi siswa.

