Irkham Henry
Di tengah kesejukan kota Purworejo, tepat pada tanggal 9 Januari 1997, lahirlah seorang anak laki-laki bernama Irkham Henry Widiatmoko. Irkham adalah anak pertama dari dua bersaudara, dibesarkan dalam keluarga yang memberinya fondasi kuat, bersama ayahnya, Bapak Sujanmo Budi Susilo, dan ibunya, Ibu Ismawati Aisah.
Sejak dini, Irkham menunjukkan ketekunan dalam belajar. Ia memulai perjalanannya di SD Negeri Salam, melanjutkan ke SMP Negeri 22 Purworejo, dan menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 6 Purworejo. Ini adalah masa masa pembentukan di mana ia mulai menemukan minat dan potensinya.
Panggilan hati membawanya ke bangku perkuliahan pada tahun 2015. Irkham memutuskan untuk mendalami masa lalu bangsa dengan mengambil program studi Pendidikan Sejarah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS). Lima tahun yang penuh tantangan, ia lalui hingga akhirnya berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2020.
Setelah lulus, Irkham memiliki satu impian besar: menjadi seorang guru. Ia ingin berdiri di depan kelas, membagikan kisah-kisah masa lalu yang penuh makna, dan menginspirasi generasi muda.
Namun, takdir membawanya pada sebuah “belokan” yang tak terduga. Saat melamar pekerjaan di MTs Negeri 1 Purworejo dengan harapan menjadi pengajar, ia justru diterima sebagai Pegawai Perpustakaan.
Dedikasi dan kerja keras Irkham di perpustakaan tidak sia-sia. Pihak sekolah melihat potensi besar yang ada di dalam dirinya. Akhirnya, pada tahun 2022, kesempatan emas itu datang. Ia mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengajar—sebuah mimpi yang telah lama ia genggam.
Awal mengajar adalah babak baru yang penuh suka dan duka. Ada tantangan dalam menghadapi berbagai karakter siswa, menyusun materi yang menarik, dan mengelola kelas. Namun, dengan bekal ilmu sejarahnya dan ketulusan hatinya, ia mampu mengubah tantangan menjadi pelajaran berharga. Ia menjadikan setiap kesulitan sebagai tangga untuk menjadi guru yang lebih baik.

