Khusnul Khotimah
Khusnul Khotimah lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 13 Juni 1978. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara dalam keluarga sederhana yang penuh kasih dari pasangan Nurcholis dan Zamngah. Dari orang tuanya, ia belajar kerja keras, ketulusan, dan kesederhanaan nilai-nilai yang kelak menjadi dasar dalam perjalanan hidupnya sebagai pendidik. Masa kecilnya di desa berjalan hangat dan bersahaja. Ia bersekolah di SD Negeri Tambakrejo 2, kemudian SMP Negeri 2 Purworejo, dan SMA Negeri 1 Purworejo. Di setiap jenjang, ia belajar dengan tekad kuat, hingga akhirnya muncul keinginan mendalam untuk mempelajari Al-Qur’an lebih baik.
Keinginan itu membawanya merantau ke Semarang untuk belajar di PGP Raudhatul Mujawwidin, tempat pembinaan calon pengajar Al-Qur’an metode Qiroati. Masa belajarnya di sana bukan sekadar akademis, tetapi juga membuatnya memahami keindahan Al-Qur’an dan makna mengajarkan kebaikan. Setelah selesai di Semarang, ia mengikuti panggilan hatinya menjadi guru dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada jurusan Pendidikan Matematika. Ia lulus pada 2003 dengan harapan bisa mengabdi di dunia pendidikan.
Karier mengajarnya dimulai di MA Annawawi Berjan dan SMP Darul Hikmah Kutoarjo. Dua tahun ia mengajar dengan semangat guru muda sebelum akhirnya lolos seleksi CPNS dan bergabung dengan MTs Negeri 2 Purworejo pada 1 Juni 2005. Pada 2022, ia mendapat tugas mengajar di MTs Negeri 1 Purworejo, tetap setia membimbing pelajaran Matematika ilmu yang sering dianggap sulit, tetapi baginya adalah latihan logika, kesabaran, dan cara berpikir jernih. Ia selalu berusaha menanamkan bahwa mengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membangun akhlak dan cara pandang siswa.
Di luar sekolah, ia pernah mengabdi sebagai guru TPQ, mengajarkan huruf demi huruf Al-Qur’an kepada anak-anak. Setelah menikah dan mengikuti suami, ia memusatkan perhatian pada keluarga, menjadi ibu rumah tangga bagi enam anak. Meski sibuk, semangat belajarnya tidak pernah padam. Keinginan untuk terus berkembang membawanya kembali ke bangku kuliah. Saat ini, ia menempuh studi Pascasarjana di IAI An Nawawi Purworejo. Bagi Khusnul, gelar bukan tujuan utama; yang ia cari adalah ilmu untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan memperluas manfaat sebagai guru. Ia juga aktif menulis artikel ilmiah di berbagai forum dan jurnal, di antaranya: Class Management in Improving The Quality of Islamic Boarding School Education (2024), Optimalisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Lembaga (2025), Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan Islam Berbasis TQM (2025), dan Analisis Hubungan Kurikulum Berbasis Cinta dan Indeks Kepedulian Sosial Lingkungan Siswa (2025).
Perjalanannya sebagai pendidik juga membawanya menjadi pengampu bina prestasi dalam bidang olimpiade dan riset. Bagi Khusnul, tugas ini bukan sekadar tambahan, tetapi ruang untuk menyalurkan kecintaannya pada ilmu dan mendampingi siswa yang penuh semangat, ragu, atau bahkan takut mencoba. Ia membantu mereka mengasah logika, menyusun penelitian, dan berani bermimpi lebih tinggi. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat siswa pemalu menjadi percaya diri atau ketika ide sederhana berubah menjadi karya ilmiah. Baginya, membina olimpiade bukan hanya mencari juara, tetapi menumbuhkan keyakinan dalam diri anak-anak bahwa mereka mampu dan berharga. Ia selalu meyakini bahwa mengajar bukan sekadar profesi, tetapi ibadah panjang yang melelahkan sekaligus membahagiakan. Dengan ilmu dan kelembutan yang ia miliki, ia berharap terus dapat memberi manfaat bagi siswa, keluarga, dan dunia pendidikan yang ia cintai.

