Siti Nurhayati

Di sebuah kota yang tenang bernama Purworejo, lahirlah seorang bayi mungil pada 28 S*pt*mb*r 1*** yang kelak ditakdirkan memimpin kerajaan teknologi matsanesa. Bayi itu diberi nama Siti Nurhayati-putri bungsu dari enam bersaudara, sekaligus anggota keluarga guru tulen. Ayahnya, Mansyur Abdul Kadir, dan ibunya, Yamini, mungkin tidak menyangka bahwa anak terakhir mereka akan menjadi “Ratu Lab Komputer” di masa depan.

Era SD Sang Bungsu yang Banyak Ide

Siti Nurhayati lebih sering dipanggil Aya’ bersekolah di SD N Ngupasan, tempat ia mulai terlihat aktif, cerewet (dengan cara baik), dan suka melakukan hal-hal yang membuat keluarga berkata,
“Wah, anak ini kayaknya nanti jadi pemimpin…hahay”

Era MTs – Sekretaris OSIS yang Tidak Pernah Kehabisan Pulpen

Masuk MTs N Purworejo, Aya’ makin bersinar. Ia menjadi Sekretaris OSIS, Dewan Penggalang, dan “dokter pengamat” yang bisa mendeteksi teman panik 100 meter jauhnya.
Kemampuan organisasinya mulai terlihat: rapi, cepat, dan… selalu membawa map tebal.

Era MAN – Multitalenta yang Sulit Dibantah

Saat di MAN Purworejo, Aya’ kembali jadi Sekretaris OSIS (sepertinya sekolah sudah paham:
“Kalau mau aman, pakai Sekretaris: Aya”)

Ia ikut Saka Wana Bakti, rajin ikut Lomba Kaligrafi, dan berguru pada dua tokoh besar: Bapak Adib dan Bapak Oteng Suherman. Dari sini muncul teori lama:

Kaligrafi melatih kesabaran… yang kelak sangat dibutuhkan untuk menghadapi komputer nge-hang.

Era Kuliah – Masa Puncak Aktivisme dan Jumlah Organisasi

Masuk ke perguruan tinggi, Aya’ mengambil jalur multi-skill:

UMP (Matematika), BSI (Manajemen Informatika), dan UMM (Teknik Informatika). Sangat jelas beliau tidak bercita-cita jadi single talent. Di kampus, ia menjadi: Ketua HIMATIKA, Ketua Pamong Pramuka Pandega, Sekretaris KSR, Koordinator Keputrian di Senat. Konon, organisasi-organisasi itu saling berebut jadwal rapat karena semua ingin “dapat Aya”.

Era Pengabdian – Guru, Teknologi, dan Dewi Ctrl+Z

Setelah lulus, Aya’ kembali ke almamater tercinta: MTs N 1 Purworejo, mengabdi dan menunjukkan bahwa bungsu pun bisa jadi andalan.

Beliau adalah Koordinator Kelas ITC, Koordinator Tim IT, sekaligus Kepala Laboratorium Komputer—tiga jabatan yang jika digabungkan biasanya hanya dimiliki oleh Avengers divisi teknologi (dan menurut rumor internal) Ahli Berkomunikasi dengan Proyektor yang Sering Ngambek.

Setiap hari, Bu Aya menghabiskan waktunya di tengah hiruk-pikuk kabel, laptop yang lupa di-shutdown, serta siswa-siswa ITC yang penuh semangat (dan kadang penuh error). Kalau ada komputer tiba-tiba tidak mau menyala, jaringan mendadak hilang, atau server merasa moody, semua orang tahu satu nama yang harus dipanggil: Bu Aya—Sang Penjinak Digital.

Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik kepadatan itu, Bu Aya punya “kehidupan rahasia”.
Begitu jam kerja selesai, dan semua perangkat di lab komputer tertidur tenang, Bu Aya berubah menjadi sosok lain:
Penulis lagu produktif yang sudah menelurkan ratusan karya dan sudah dinikmati di Youtube dan Spotify oleh banyak orang.

Dan tentu saja…
mereka juga tahu bahwa kalau Bu Aya tiba-tiba mengetuk meja sambil bersenandung, itu artinya ada lagu baru dalam perjalanan menuju Spotify.

Bu Aya adalah perpaduan langka antara teknologi dan seni, antara kabel dan melodi, antara coding dan chord.
Beliau membuktikan bahwa seorang guru tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi—dengan karya, dengan teladan, dan dengan tawa.

Para siswa menyebutnya:
“Bunda Digital.”
Para guru menyebutnya:
“Kalau bingung, cari Bu Ay.”

Dan dunia teknologi menyebutnya…
“The Last Hope Before Restart.”

Similar Posts

  • Muchamat Saifurrochman

    Muchamat Saifurrochman, Lahir di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 12 Maret 1974. Terlahir sebagai anak pertama dari enam bersaudara. Bapaknya bernama Wagimin dan Ibunya bernama Futichatun. Saifurrochman menempuh Pendidikan Dasar di SDN Sindurjan, kemudian melanjutkan ke MTsN Purworejo dan SMA A wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Perjalanan hidup membawanya belajar ke Yogyakarta, tepatnya di…

  • Moh Supodo

                Moh Supodo, seorang Guru IPS MTs negeri 1 Purworejo, lahir di desa Wingkotinumpuk Rt.001/001 kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo pada hari kamis legi tanggal 10 April 1969 dari pasangan suami istri, bapak bernama Muhadi dan ibu bernama Latifah.Nama pertama diberikan oleh orang tua berbeda dengan nama sekarang.Nama lahir Supodo Marmono dan setelah tamat Sekolah Dasar…

  • Apri Irawan Wibowo

    Apri Irawan Wibowo, S.Sos., M.M. lahir di Purworejo pada Hari Kartini tahun 1977, dengan kedua orangtua ASN pada Pemkab. Purworejo, dibesarkan di pedesaan wilayah Kecamatan Butuh, kemudian menempuh pendidikan TK dan SD di desa Lugurejo, Kec. Butuh, pendidikan SLTP di SMPN 3 Purworejo (dulu SMPN 1 Kutoarjo), pendidikan SLTA di SMAN 1 Purworejo, setelah itu…

  • Faiz Khuzaimah

    Faiz Khuzaimah, Lahir di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 15 November 1993. Terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Bapaknya bernama Muh. Khafit dan Simboknya bernama Purtiningsih. Faiz kecil menempuh Pendidikan Dasar di SDN Tegalrejo, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Purworejo dan MAN 1 Surakarta. Perjalanan hidup membawanya belajar ke Salatiga, tepatnya di…

  • Setyowati

    Hj. Setyowati, S.Ag, M.Pd. Lahir di Kudus, 26 Juli 1968. Lulus SD Negeri 3 Getassrabi Kudus tahun 1981. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ditempuh di SMP Muhammadiyah 2 Kudus dan lulus tahun 1984. Sekolah Tingkat Atas ditempuh di SMA Negeri 3 Kudus, dan lulus tahun 1987. Kemudian melanjutkan Studi ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo…

  • Akhmad Rumkhin

    Akhmad Rumkhin, Lahir di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 16 Oktober 1975. Terlahir sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara. Bapaknya bernama Muh. Gomi dan Simboknya bernama Rupingah. Rumkhin kecil menempuh Pendidikan Dasar di SDN 2 Gintungan, kemudian melanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Al Iman Bulus Gebang Purworejo yang sekaligus ada pendidikan formalnya MTs…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *